//
Abaut Me

Tentang Saya
Nama asli saya Taryono. Saya asli orang Indonesia yang terletak pada profinsi Jawa Timur bertempat tinggal di Kabupaten Ngawi, desa  Bringin, Kec. Bringin. dulu saya sekolah di TK Nawakartika di desa saya, namun sekarang sekolah tersebut sudah tidak ad, terus melanjutkan ke sekolah Dasar di SDN Bringin I, letaknya berdampingan dengan sekolah TK saya, alhamdulillah selama belajar di tingkat dasar saya selalu bisa naik kelas dan berprestasi. Setelah itu  saya meneruskan di SMPN I Bringin yang letaknya agak jauh dari rumah saya kira-kira kalau berjalan membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam, tapi ane beruntung ketika mulai menginjak SMP saya sudah punya sepeda, maklum ditempat saya jarang anak yang melanjutkan ke jenjang SLTP/SMP. setelah usai saya berhenti selama satu tahun karena terhalang masalah biaya sekolah. maklum orang tua saya hanya seorang petani yang penghasilannya tidak mampu untuk membiayai sekolah saya, akan tetapi ketika memasuki ajaran baru, saya mendapat informasi tentang sekolah yang biayanya Murah dan saya langsung terta rik aja untuk melanjutkan kembali. akan tetapi orang tua saya tidak mengizinkan saya untuk melanjutkan, tapi aku tak mau tahu aku ingin sekolah dan yang harus saya lakukan adalah saya harus tetap melanjutkan demi karir pendidikan saya. saya tahu mealawan sama orang tua adalah hal yang dilarang dalam ajaran Islam, akan tetapi saya pikir jika yang saya lakukan adalah hal baik maka itu tak apa-apa. ketika menginjak di SMA saya berada di pondok pesantren Riyadhus Sholihin yang berada pada desa beran kec. Ngawi. Pondiknya baru akan tetapi muridnya sudah cukup banyak ya lumayan lah buat permulaan.

Sekolah saya namanya SMA Ma’arif Ngawi yang tempatnya disamping masjid An-Nur pada jalan A yani. muridnya ketika sayta masuk waktu itu cukup dukatakan paling banyak, ya maklum sekolahnya berlebel swasta banyak fasilitas yang masih kurang yang itu dibutuhkan siswanya, tempanya aja masih jadi satu ama TK dan MI sampai sekarang. Tapi gak apa buat aku gak masalah sekolah di tempat kayak gitu yang penting aku bisa sekolah dan bisa pintar. karena menurut akau pitar tidaknya seseorang itu bukan dikarenakan tempat sekolahnya yang negah akan tetapi karena orangnya sendiri, jika mau belajar pasti bisa pintar walaupun faktor fasilitas juga mendukun terhadap kreatifitas siswanya tapi bagiku gak apalah gak ada itu semuanya, yang penting aku bisa lulus.

perjalanan selama aku sekolah gak bisa semulus teman-teman aku dikelas. akau masih aja terhalang karena masalah biaya. ya saya bisa sadar akan kekurangan akau karena waktu sekolah dulu saya nekat dengan bekal kemampuan yang saya miliki. selama 7 bulan saya selalu kebingungan masalah biaya untuk menghidupi saya sendiri dan sekolah saya, waktu itu saya masih di poindok saya mengabdi kepada seorag yang diangap Kyai Termuda  di desa Beran waktu itu, namanya Saiful Kholid. Bapak Saiful ini lulusan S2 di kampus Jogja, sebenarnya selama di pondok beliau sangat perhatian terhadap saya, ya karena disamping saya rajin mengaji dan juga punya kelebihan dibanding teman-teman saya waktu itu, tapi saya keluar  bukan dikarenakan pondoknya yang tidak abaik, akan tetapi saya inginsekolah saya waktu itu tidak terhalang biaya tersu seperti waktu SMP.  DI Beran saya bertemu dengan orang yang namanya Ibu Siti Mariyati, orangnya baik kebetulan dia sedang mencari orang untuk bantu-bantu dirumahnya  dan beliau juga akan membiayau sekolah saya dan saya pun mau menerima tawarannya. Selama dua tahun saya tinggal dirumahnya dan bekerja padanya hingga pada akhirnya saya lulus sekolah di tingkat SMA. setelah itu saya masih  punya minat untuk melkanjutkan biaya akan tetapi lagi-lagi masalah biaya yang masih menjadi kendala saya. tapi saya tidak pernah putus asa asalakan ada kemauan Tuhan pasti memberi jalan. akhirnya doa yang selama ini saya panjatkan dikabulkan oleh yang kuasa. saya bertemu dengan orang yang namanya Bapak Syamsul Watoni. orangnya baik dia tahu kondisi saya waktu itu dan dengan bertemunya saya dengan pak Toni, akhirnya saya bisa melanjutkan Ke kuliah di STAIN Ponorogo samapai saat ini walaupun selama saya menjalani kuliah tetap kendala saya yang paling utama adalah masalah biaya, tapi saya yakin bahwa masalah – masalah yang dihadapi manusia itu esensinya akan meningkatkan kedewasaan seseorang jika kita menyikapinya dengan sikap yang positif. untuk saat ini saya belum bisa membalas jasa kepada orang – orang yang telah membantu saya, yang saya bisa hanya mengucapkan terima kasih saja kepada mereka semua dan saya hanya bisa mendoakan semoga Tuhan Yang Maha Esa membalasnya.

sekian dari saya, saya ucapkan terima kasih bagi yang mau membacanya.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s