//
you're reading...
ARTIKEL

Curhat Politk…….


Politik, curhat politik, politik many “Lebih dari 68 tahun Indonesia merdeka. Indonesia yang jaya, Indonesia yang berdaulat dalam politik, Indonesia yang mandiri dalam ekonomi, Indonesia yang berkepribadian social dan budaya rasanya sampai saat ini masih sebatas wacana saja. Wacana yang hanya bisa dibaca berulang-ulang didebatkan secara berulang-ulang, dijadikan visi-misi partai politik, dijadikan referensi bagi para akademisi, namun itu semua hanya wacana yang tidak ada artinya jika tidak ada sebuah tindakan yang nyata, tidak ada artinya jika tidak ada manifestasinya dalam kehidupan, tidak akan ada artinya jika tidak ada sebuah gagasan atau ide-ide yang bisa dijadika lokomotif roda penggeraknya”

“Jika kamu adalah seorang pemuda bangsa, tunjukan sikap pemudamu sebagai generasi bangsa. Tunjukan dirimu pada dunia bahwa kamu adalah ujung tombak dalam pergerakan ini. Tunjukan kepada semua orang bahwa kamua adalah lilin yang bersinar dalam kegelapan. Tunjukan bahwa suaramu adalah aungan harimau yang akan menggetarkan dunia. Tunjukan bahwa jiwamu adalah jiwa yang terbuat dari baja yang ditempah didalam dalamnya kawah candradimuka. Bumi pertiwi ini adalah tanah kelahiran kita, tanah nenek moyang kita. Tempat kita berpijak saat lahir, tempat kita berlari-lari saat kecil, tempat kita berenang, tempat kita hidup dan mati. Tanah ini adalah tanah kita semua, air ini adalah air kita semua, semuanya adalah milik kita semua. Tak akan kubiarkan segenggam tanah ini direnggut penjajah, tak kan kubiarkan setetes air ini dinikmati penjajah, tak kan kubiarkan semua kekayaan alam ini dikeruk penjajah. Siapa penjajah yang berani, langkahi dulu raga ini, patahkan dulu tulangku ini, aku tak takut, aku tak kan lari walaupun harus rela mati. Darahku ini adalah darah negeri, jiwaku ini adalah jiwa negeri, siapa lawan yang akan menjajah negeri ini harus mati, mati adalah harga mati”.

Realitanya saat ini adalah Indonesia sudah merdeka dari para penjajah, namun saat ini Indonesia sedang sakit dan sakitnya itu sangat kritis sekali. Sudah banyak obat yang ditelan untuk mengobati namun yang adanya bukannya kunjung sembuh akan tetapi tambah menjadi sakit. Semoga dengan adanya momentum 9 juni 2014 yang akan datang. Indonesia bisa terobati. Entah itu vaksin dari Prabowo atau dari Jokowi yang penting bisa menyembuhkan sakit negeri ini.

Dinamika pergulatan politik saat ini sudah mencapai stadium yang sangat membahayakan. Jalan politik yang ditempuh sudah jauh dari esensi dan subtansi politik itu sendiri. Entah mengapa itu terjadi jawabnnya adalah karena ambisi dan nafsu yang begitu besar untuk berkuasa namun bukan untuk amanah dan tanggung jawab. Kekuasan yang dicari adalah kekuasaan karena haus akan jabatan dan uang. Kekuasaan yang diiringi dengan jalan yang sesat mengatasnamakan keinginan rakyat untuk kepentingan mereka sendiri. Mereka memanipulasi kepercayaan rakyat untuk berkuasa demi kepentingan segelintir orang. Mereka mengeksploitasi kepentingan rakyat diatas kepentingannya sendiri. Dan akhirnya banyak masyarakat menderita diatas kemewahan-kemewan mereka.

Lihat saja para kelakuan dewan-dewan yang memakai jas hitam itu, disaat rakyat membutuhkan perhatian mereka, disaat rakyat ingin menceritakan keluh kesah mereka, disaat rakyat ingin mendapat sentuhan tangan mereka, apa yang mereka lakukan, mereka malah pergi keluar negeri “ Kami keluar negeribukan rekreasi karena ada kunjungan kerja untuk membuat perbandingan hokum” yah benar mereka keluar negeri untuk melakukan tugas mereka sebagai pembentuk undang-undang tapi “Maaf karena Istri kami sendirian dirumah jadi terpaksa kami membawa mereka sekalian”. Disaat rakyat ingin mendapat kepastian akan perekonomian yang selayaknya mereka dapat, apa yang mereka lakukan, mereka hanya sibuk memikirkan mobil dinas yang mewah bahkan harganya bisa milyaran, mereka lebih mementingkan rumah dinas mewah. Disaat rakyat ingin mendapat keadilan dalam hokum, apa yang mereka lakukan, mereka hanya membuat peraturan yang hanya mengkerdilkan masyarakat kalangan bawah. Undang-undang dibentuk bukannya memberikan kepastian, kemanfaatan, keadilan malah hanya menyengsarakan rakyat. Hokum hanya berlaku bagi orang bawah, sedangkan bagi orang atas hokum itu adalah barang komuditas.

Siapakah pejabat yang masih bisa kita percayai sebagai wakil kita diparlemen sana? Mungkinkah masih ada pejabat Negara yang benar-benar mewakili kita diparlemen? masih adakah pejabat yang memikirkan kita disaat kita lagi kelaparan, disaat kita tidur dipinggir jalan, disaat anak-anak itu mengamen di pasar, di bus-bus kota, disaat orang-orang sedang bingung memikirkan besok mau makan apa atau malah tidak ada yang bisa dimakan?semoga saja orang itu masih ada.

About TokiMachi

Menjadi orang yang berguna bagi orang lain itu adalah prinsip hidup saya, melalui Coretan Puena Ini mudah-Mudahan apa yang ada pada diri saya dapat saya transformasikan dan mudah-mudahan berguna bagi mereka.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: