//
you're reading...
HUKUM

Money Politik, Haram Atau Mubah


Manusia sebagai mahkluk politik atau bisa disebut juga dengan sebutan zoon politicon, kata Plato dalam bukunya Republica. Sebagai bagian dari zoon politicon, manusia secara individual merupakan elemen terkecil dari sebuah negara. Kumpulan individu-individu yang menempati daerah tertentu membentuk kesatuan masyarakat. Himpunan masyarakat yang menempati daerah atau wilayah yang lebih luas membentuk sebuah negara. Sebagai makhluk politik, eksistensi manusia tidak terpisahkan dengan konsepsi negara. Bagi Plato, kumpulan individu yang membentuk masyarakat dan akhirnya memunculkan entitas negara adalah tujuan sempurna zoon politicon sehingga mencapai kebaikan bersama. Politik, dalam arti kata kesalinghubungan (interrelation) antarmanusia merupakan salah satu dimensi terpenting dari manusia.

Dalam pandangan Aristoteles, politik adalah kenyataan tak terelakkan dari kehidupan manusia. Kenyataan ini terlihat dari berbagai aktivitas manusia, misalnya, ketika manusia berusaha menduduki suatu jabatan tertentu, seseorang mencoba meraih kesejahteraan bagi dirinya atau golongannya dengan berbagai sumber daya yang ada, atau juga seseorang atau institusi yang berusaha mempengaruhi seorang yang lain atau institusi lain. Beberapa contoh tersebut adalah kenyataan politik dalam pemahaman seluas-luasnya.

Politik dalam pengertian yang ideal berusaha memanifestasiksan nilai-nilai luhur yang ada dalam masyarakat. Pandangan ideal ini secara logik berangkat dari logika berpikir sederhana dengan dikotomi hitam-putih; benar-salah. Aktivis politik yang berusaha mencapai impian menciptakan tatanan masyarakat yang baik akan menempuh jalan atau cara yang menurut kategorinya baik. Namun dalam riil politik, logika berpikir demikian sungguh kenyataan yang sukar untuk diterapkan. Ini disebabkan realitas yang terjadi di masyarakat yang sangat kompleks. Selain kita yang punya paramater tertentu tentang kebaikan, pihak lain juga memiliki hal yang sama. Alih-alih parameter itu sama, malah yang sering ada adalah perbedaan. Perbedaan ini dalam kapasitas yang lebih jauh akan sangat berpengaruh pada pola kepentingan yang berkembang. Keanekaragaman kepentingan pada tahap tertentu menimbulkan konflik nyata yang tidak terhindarkan. Kepentingan yang menimbulkan konflik menjadi dasar tindakan yang kadangkala membenarkan segala cara. Dalam perjuangan kepentingan inilah kekuasaan dikejar. Perjuangan yang kadang dijalankan dengan cara-cara tidak terpuji dan dilakukan hampir oleh sebagian besar politisi menimbulkan stereotip bahwa politik itu kotor, keji, culas dan amoral. Politik secara simplistik dipahami dengan kekuasaan. Dalam pemahaman ini kekuasaan merupakan konsep yang selalu menjadi acuan untuk memahami arti politik. Orang melihat bahwa politik merupakan cara meraih dan mempertahankan kekuasaan.

Pada realitasnya kekuasaan adalah hanya salah satu aspek nilai yang terdapat dalam politik. Dalam politik sendiri terdapat nilai-nilai lain, antara lain, kekayaan, pendidikan, kesehatan, keahlian, penghormatan, penghargaan, afeksi, dan kebajikan. Dengan melihat sisi lain nilai intrinsik yang terdapat dalam politik inilah etika, fatsun dan moralitas politik perlu ditegakkan.

Namun berbeda lagi kenyataanya yang ada di Indonesia pada saat ini. Politik yang telah berjalan di Indonesia ini jauh dari yang diharapkan. Banyak para tokoh politik yang menggunakan cara-cara yang kotor untuk mendapatkan jabatan yang diinginkannya. Walaupun sebenarnya masih ada juga politik yang menggunkan cara yang bersih dan benar namun kalau kita klasifikasi antara yang menggunkan cara yang salah dan yang benar, masih banyak tokoh politik yang menggunakan cara salahnya.

Trend yang sedang marak dalam politik sekarang adalah adanya money politik atau politik uang. Politik uang atau politik perut adalah suatu bentuk pemberian atau janji menyuap seseorang baik supaya orang itu tidak menjalankan haknya untuk memilih maupun supaya ia menjalankan haknya dengan cara tertentu pada saat pemilihan umum. Pembelian bisa dilakukan menggunakan uang atau barang. Politik uang adalah sebuah bentuk pelanggaran kampanye. Politik uang umumnya dilakukan simpatisan, kader atau bahkan pengurus partai politik menjelang hari H pemilihan umum. Praktik politik uang dilakukan dengan cara pemberian berbentuk uang, sembako antara lain beras, minyak dan gula kepada masyarakat dengan tujuan untuk menarik simpati masyarakat agar mereka memberikan suaranya untuk partai yang bersangkutan. Dan hal inilah sebenarnya yang menyebabkan nilai-nilai demokrasi luntur

Didalam undang-undang sudah dijelasakan bahwa politik uang itu dilarang. Hal ini tercantum dalam Pasal 73 ayat 3 Undang Undang No. 3 tahun 1999 berbunyi: “Barang siapa pada waktu diselenggarakannya pemilihan umum menurut undang-undang ini dengan pemberian atau janji menyuap seseorang, baik supaya orang itu tidak menjalankan haknya untuk memilih maupun supaya ia menjalankan haknya dengan cara tertentu, dipidana dengan pidana hukuman penjara paling lama tiga tahun. Pidana itu dikenakan juga kepada pemilih yang menerima suap berupa pemberian atau janji berbuat sesuatu.”. Dalam undang-undang tindak pidana korupsi No.10 tahun 2001 menyebutkan bahwa tindak pidana suap adalah bagian dari tindak pidana korupsi.

Dalam Islam sendiri, Money Politik itu sangat dilarang dan perbuatannya termasuk dalam kategori Risywah. Sebagaimana telah diketahui bahwasanya, Rosulullah SAW, sudah menjelaskan dalam hadisnya yang berbunyi:

لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم الراشي والمرتشي

Didalam hadis tersebut menyatakan bahwa Rosulullah SAW melaknat orang yang memberi suap dan yang menerima suap. Money politik berakibat secara luas yaitu mendorong para pemimin untuk mengeksploitir kelemahan rakyat setelah mendapat kekuasaan, artinya money politik sebagai pendidikan yang buruk dalam dunia perpolitikan, dan mendukung bangunan sosial pragmatis, sehingga bisa dipahami bahwa menerima dan memberikan uang untuk transaksi suara merupakan Ta’awun (tolong menolong) dalam istm (dosa) dan Udwan (permusuhan).

Dalam kaidah sadd dzaroi’ bahwa semua yang mengarah pada keburukan harus ditutup. Money politik menurut ketua umum organisasi sayap kemahasiswaan Partai Kebangsaan atau GEMASABA sama bahayanya dengan korupsi karena money politic suatu saat akan melahirkan koruptor-koruptor baru yang lebih besar dan lebih canggih lagi yang akan menghancurkan negeri ini dengan menggarong uang rakyat yang lebih banyak dari yang dia keluarkan sewaktu membeli suara konstituen.Money politik hanya mengakibatkan ketergantungan dalam masyarakat artinya masyarakat hanya akan memilih caleg atau calon pemimpin yang telah memberinya uang.Akibat dari tindakan caleg atau pemimpin yang mempratekan money politik ini akan merusak tatanan demokrasi. Dalam demokrasi mengedepankan adanya kebebasan (freedom), persamaan derajat (equality), dan kedaulatan rakyat (people’s sovereghty). Di lihat dari sudut ini, demokrasi pada dasarnya adalah sebuah paham yang menginginkan adanya kebebasan, kedaulatan bagi rakyatnya yang sesuai dengan norma hukum yang ada. Jelas sekali bahwa money politik itu bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi yang ada.

About TokiMachi

Menjadi orang yang berguna bagi orang lain itu adalah prinsip hidup saya, melalui Coretan Puena Ini mudah-Mudahan apa yang ada pada diri saya dapat saya transformasikan dan mudah-mudahan berguna bagi mereka.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: