//
you're reading...
HUKUM

Syarat- Syarat Busines Legal Contract|Sebab Batalnya Kontrak| Hukum Kontrak


Syarat syahnya kontrak menurut pasal 1320 KUHPdt ada 4 (empat) syarat. Yaitu :

a.       Adanya kata Sepakat

Supaya kontrak menjadi sah maka para pihak harus sepakat terhadap segala hal yang terdapat di dalam perjanjian. Pada dasarnya kata sepakat adalah pertemuan atau persesuaian kehendak antara pihak di dalam perjanjian. Seseorang dikatakan memberikan persetujuannya atau kesepakatan jika nia memang menghendaki apa yang disepakati. Kata sepakat dapat diungkapkan di dalam berbagai cara, yaitu:

Secara lisan

Tertulis

Dengan Tanda

Dengan symbol

Dengan diam-diam

Suatu perjanjian dapat mengandung cacat kehendak atau kata sepakat dianggap tidak ada jika terjadi hal-hal yang disebut di bawah ini:

  1. Paksaan (dwang)

Setiap tindakan yang tidak adil atau ancaman yang menghalangi kebebasan kehendak para termasuk dalam tindakan pemaksaan. Di dalam hal ini, setiap perbuatan atau ancaman melanggar undang-undang jika perbuatan tersebut merupakan pelayahgunaan kewenangan salah satu pihak dengan membuat suatu ancaman, yaitu setiap ancaman yang bertujuan agara pada akhirnya pihak lain memberikan hak, kewenangan ataupun hak istimewanya. Paksaan dapat berupa kejahatan atau ancaman kejahatan, hukuman penjara atau ancaman hukuman penjara, penyitaan dan kepemilikan yang tidak sah, atau ancaman penyitaan atau kepemilikan suatu benda atau tanah yang dilakukan secara tidak sah,dan tindakan –tindakan lain yang melanggar undang-udang, seperti tekannan ekonomi, penderitaan fisik dan mental, membuat seseorang dalam keadaan takut.

  1. Penipuan (Bedrog)

Penipuan ( Bedrog) adalah tindakan tipu muslihat. Menurut  pasal 1328 KUHPdt dengan tegas menyatakan bahwa penipuan merupakan alasan pembatalan perjanjian. Dalam hal ini ada penipuan, ada pihak yang ditipu, memang memberikan pernyataan yang sesuai dengan kehendaknya, tetapi kehendaknya itu, karena adanya daya tipu, sengaja diarahkan ke suatu yang bertentangan dengan kehendak  yang sebenarnya, yang seadainya tidak ada penipuan, merupakan tindakan yang benar. Dalam hal penipuan gambaran yang keliru sengaja ditanamkan oleh pihak yang satu kepada yang lain. Jadi, elemen penipuan tidak hanya pernyataan yang bohong, melainkan harus ada serangkain kebohongan  (samenweefsel van verdichtselen), serangkain cerita yang tidak benar, dan setiap tindakan/sikap ang bersifat menipu.

2. Kesalahan atau Kekeliruan (Dwaling)

Dalam hal ini, salah satu pihak atau bebarapa pihak memiliki persepsi yang salah terhadap objek atau subjek yang terdapat dalam perjanjian. Ada 2 (dua) macam kekeliruan, yang pertama yaitu error in persona, yaitu kekeliruan pada orangnya, contohnya, sebuah perjanjian yang dibuat dengan artis yang terkenal hanya karena dia mempunyai nama yang sama. Yang kedua adalah error in subtantia yaitu kekeliruan yang berkaitan dengan karakterisik suatu benda, contohnya seseorang yag membeli lukisan Basuki Abdullah tetapi kemudian setelah sampai dirumah orang itu baru sadar bahwa lukisan yang dibelinya tadi adalah lukisan tiruan dari lukisan Basuki Abdullah

3. Penyalahgunaan Keadaan (misbruik van omstandingheiden)

Penyalahgunaan keadaan (undue influence) merupakan suatu konsep yang berasal dari nilai-nilai yang terdapat di penagdilan. Konsep ini sebagai landasan untuk mengatut btransaksi yang berat sebelah yang btelah ditentukan sebelumnya oleh pihak yang dominan kepada pihak yang lemah. Penyalahgunaan keadaan ada ketika pihak yang melaukan suatu perbuatan atau membuat perjanjian dengan cara dibawah paksaan atau pengaruh terror yang exstrim atau ancaman, atau paksaan penahanan jangka pendek. Ada pihak yang menyatakan bahwa peyalahgunaan keadaan adalah setiap pemaksaan yang tidak patut atau salah, akal bulus, atau bujukan yang dalam keadaan mendesak, dimana kehendak seseorang tersebut memiliki kewenangan yang berlebihan, dan pihak lain dipengaruhi untuk melakukan perbuatan yang tak ingin dilakukan, atau akan berbuat sesuatu jika setelahnya dia akan merasa bebas.

b.      Kecakapan untuk membuat perikatan

Pasal 1329 KUHP dt menyatakan bahwa setiap orang adalah cakap untuk membuat perjanjian, keculai apabila menurut undang-undang dinyatakan tidak cakap. Kemudian pasal 1330 menyatakan bahwa ada beberapa orang yang tidak cakap untuk membuat perjanjian, yakni:

Orang yang belum dewasa (person under 21 years of age)

Mereka yang ditaruh dibawah pengampunan (curutele or conservatorship)

Dan perempuan yang sudah menikah

Berdasarkan pasal 330 KUHPdt, seseorang dianggap dewasa jika ia telah berusia 21 tahun atau kurang dari 21 tahun tetapi telah menikah. Kemudian berdasarkan pasal 47 dan pasal 50 Undang-undang No 1/1947 menyatakan bahwa kedewasaan seseorang ditentukan bahwa anak berada di bawah kekuasaan orang tua atau wali sampai dia berusia 18 tahun.

Berkaitan dengan perempuan yang telah menikah, pasal 31 ayat (2) UU No. 1 Tahun 1974 menentukan bahwa masing-masing pihak (suami atau istri)  berhak melakukan perbuatan hokum.

c.       Suatu Hal Tertentu

Syarat sahnya perjanjian yang ketiga adalaha suatu hal tertentu  (eenbepaald onderwerp), suatu hal tertentu adalah hal bias ditentukan jenisnya (determinable). Pasal 1333 KUHPdta menentukan bahwa suatu perjanjian harus mempunyai pokok suatu benda (Zaak) yang paling sedikit dapat ditentukan jenisnya. Suatu perjanjian harus memiliki objek tertentu dan suatu perjanjian haruslah mengenai suatu hal tertentu (certainy of terms), berarti bahwa apa yang dimaksudkan dalam perjanjian paling sedikit dapat ditentukan jenisnya (determinable)

Secara umum, suatu hal tertentu dalam kontrak dapat berupa hak jasa, benda atau sesuatu, baik yang sudah ada ataupun belum ada, asalkan dapat ditentukan jenisnya, Perjanjian untuk menjual sebuah lukisan yang belum dilukis adalah sah. Akan tetapi, suatu kontrak dapat menjadi batal ketika batas waktu suatu kontrak telah habis dan kontrak tersebut belum terpenuhi.

d.      Kuasa Hukum Yang Halal

Syarat sahnya perjanjian yang keempat adalah adanya kausa hokum yang halal. Jika Obyek dalam perjanjian itu illegal, atau bertentangan dengan kesusilaan atau ketertiban umum, maka perjanjian tersebut menjadi batal. Sebagai contohnya, perjanjian untuk membunuh seseorang mempunyai obyek tujuan yang ilega, maka kontrak ini tidak sah.

Menurut pasal 1335 KUHPdata menyatakan bahwa suatu kuasa dalam perjanjian yang bersangkutan isinya bertentangan dengan undang-undang yang berlaku. Untuk menentukan apakah suatu kausa perjanjian bertentangan dengan kesusilaan (geode zeden ) bukanlah hal yang mudah, karena istilah kesusialaan tersebut sangat abstrak, yang isinya bias berbeda-beda antara daerah yang satu dan daerah yang lainnya. Selain itu penilaian orang terhadap kesusilaan dapat pula berubah-ubah sesuai dengan perkembangan jaman.

Syarat sahnya kontak diatas berkenan baik mengenai subyek maupun obyek perjanjian. Persyaratan yang pertama dan kedua berkenaan dengan subyek perjanjian dan pembatalan untuk kedua syarat tersebut adalah dapat dibatalkan. Sedangkan persyaratan ketiga dan keempat berkenaan dengan obyek perjanjian dan pembatalan untuk kedua syarat tersebut di atas adalah batal demi hokum ( null and void)

Dapat dibatalkan (voidable) berarti bahwa selama perjanjian tersebut belum diajukan pembatalannya ke pengadilan yang berwenang maka perjanjian tersebut masih tetap sah, sedangkan batal demi hokum (null and void) berarti bahwa perjanjian sejak pertama kali dubuat telak tidak sah, sehingga huklum menganggap bahwa perjanjian tersebut tidak pernah ada sebelumnya.

About TokiMachi

Menjadi orang yang berguna bagi orang lain itu adalah prinsip hidup saya, melalui Coretan Puena Ini mudah-Mudahan apa yang ada pada diri saya dapat saya transformasikan dan mudah-mudahan berguna bagi mereka.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: