//
you're reading...
ARTIKEL

Merayakan Tahun Baru itu Haram


Beberapa hukum merayakan tahun baru, hukum meniup terompet, tahun baru, acara tahun baru.  menit yang lalu tahun 2012 telah sirna dan kini memasuki tahun baru 2013. Banyak momen yang telah kita lalui di tahun 2012 kemaren dan saatnya kita bermuhasabah diri dan membenahi kekurangan-kekurangan yang ada pada diri kita. Hal inilah yang harus kita lakukan sebenarnya, akan tetapi lain lagi jika kita memandang keadaan sekeliing kita. Pada kenyataannya gemerlap perayaan tahun baru baik di kota besar maupun di kota kecil, sering dilakukan di lakukan di alun-alun kota. Banyak penduduk yang berbondong-bondong untuk pergi ke alun- alun kota hanya untuk merayakan tahun baru, dan menyasikan indahnya petasan yang dinyalakan kala menyambut tahun baru. Tak hanya itu saja suara iringan bunyi terompet juga ikut membuat kebisingan telinga, mengingat banyak sekali yang meniupkan terompet saat menyambut tahun baru.

Tapi apakah kita tahu dalam ajaran Islam adakah anjuran untuk merayakan tahun baru seperti itu, adakah anjuran meniup terompet seperti kebiasaan orang yahudi di kala tahun baru seperti itu, jika kita buat sebuah logika. tahun baru itu adalah sebuah harapan yang baru artinya kita melakukan instropeksi diri, melakukan evaluasi terhadap diri kita masing-masing baik yang menyangkut segala aspek dalam diri kita. Jika kita kaitkan kedatangan tahun baru dengan sebuah negara, seharusnya pemerintah mengevaluasi diri terhadap kepemimpinannya, apakah sudah maksimal atau masih adakah yang harus dibenahi. Inilah yang harusnya kita lakukan jika kita mahkluk yang berfikir. Karena ketika datangnya tahun baru itu artinya umur kita semakin pendek, maka dari itu kesempatan kita untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dimasa lamapau semakin menipis dan kesmpatan kita kita untuk mengembangkan kekreatifitasan diri semakin terbatas.

Terus bagaimana hukumnya? Hukum merayakan Tahun baru itu Haram, kenapa saya katakan demikian. mari simak ulasan dibawah  ini:

Pertama, terkait dengan masalah terompet, lihatlah hadis berikut:

Dari Abu ‘Umair bin Anas dari bibinya yang termasuk shahabiyah anshar, “Nabi memikirkan bagaimana cara mengumpulkan orang untuk shalat berjamaah. Ada beberapa orang yang memberikan usulan. Yang pertama mengatakan, ‘Kibarkanlah bendera ketika waktu shalat tiba. Jika orang-orang melihat ada bendera yang berkibar maka mereka akan saling memberi tahukan tibanya waktu shalat’. Namun Nabi tidak menyetujuinya. Orang kedua mengusulkan agar memakai terompet. Nabi pun tidak setuju, beliau bersabda, ‘Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi.’ Orang ketiga mengusulkan agar memakai lonceng. Nabi berkomentar, ‘Itu adalah perilaku Nasrani.’ Setelah kejadian tersebut, Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi pun pulang.” (HR. Abu Daud, no.498 dan Al-Baihaqi, no.1704)

Setelah menyebutkan hadis di atas, Syaikhul islam mengatakan, “Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau tidak suka dengan terompet gaya yahudi yang ditiup, beliau beralasan, itu adalah kebiasaan Yahudi…(Iqtidha’ Shirat al-Mustaqim, Hal.117 – 118)

Berdasarkan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa terompet termasuk benda yang tidak disukai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena meniru kebiasaan orang Yahudi. Seorang yang mencintai Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan membenci Yahudi tentunya akan lebih memilih petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari pada petunjuk Yahudi yang sesat.

Kedua, Membunyikan Terompet Tahun Baru

Sementara itu, semua orang sadar bahwa membunyikan terompet tahun baru, hakikatnya adalah turut bergembira dan merayakan kedatangan tahun baru. Dan sikap semacam ini tidak dibolehkan. Seorang mukmin yang mencintai agamanya, dan membenci ajaran kekafiran akan berusaha menghindarinya semaksimal mungkin.
Dengan demikian, membunyikan terompet di tahun baru berarti melakukan dua pelanggaran; pertama, membunyikan terompet itu sendiri, yang ini merupakan kebiasaan dan ajaran orang Yahudi dan kedua, perbuatan ini termasuk turut memeriahkan hari raya orang kafir.
Allahu a’lam

About TokiMachi

Menjadi orang yang berguna bagi orang lain itu adalah prinsip hidup saya, melalui Coretan Puena Ini mudah-Mudahan apa yang ada pada diri saya dapat saya transformasikan dan mudah-mudahan berguna bagi mereka.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: