//
you're reading...
HUKUM

Macam-Macam Jenis dan Cara Mengukur Kebutuhan Seorang Advokat.


Berbicara masalah kebutuhan manusia, mungkin tidak akan pernah habisnya, kebutuhan manusia itu akan bertambah atau berkembang seiring berjalannya waktu dan perkembangan dunia yang semakin canggih dan modern ini. Sebenarnya apa itu kebutuhan bagi manusia, pertanyaan ini memiliki jawaban yang sangat luas dan tidak bisa dijawab secara denagn mengandalkan jawaban dari seorang saja karena kebutuhan manusia antara orang yang satu dengan yang lainnya sangat berbeda-beda. Apabila membicarakan kebutuhan manusia secara umum, menurut Maslow dikenal adanya 6 (enam) jenis kebutuhan manusia. Kebutuhan – kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Kebutuhan fisiologis;
  2. Kebutuhan akan rasa aman;
  3. Rasa cinta dan mengerti;
  4. Ingin tahu dan ingin memiliki;
  5. Kebutuhan akan penghargaan;
  6. Kebutuhan akan kebebasan dalam bertingkah laku,

Adanya kebutuhan-kebutuhan yang dikehendaki oleh manusia akan menimbulkan suatu hasrat atau motivasi untuk berperilaku, yang pada gilrannya akan tercapai tujuan-tujuan yang dikehendaki. Kalau tujuan itu terkehendaki maka untuk sementara waktu tercapailah tujuan tersebut.Dan jika tidak terpenuhi kebutuhan tersebut akan terjadi kekacauan, dan jika tidak ada toleransi terhadap kekacauan akibat tidak tepenuhinya kabutuhan tersebut maka akan menimbulkan barbagai reaksi, misalnya agresi, dan kompensasi.Secara biologis kebutuhan akan bantuan hukum atau seorang advokat senantiasa harus dikaitkan dengan hal-hal diatas, yang menjadi singkronasinya adalah apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi. Dan kan mengakibatkan dampak yang negatif.

            Sedangkan yang dimaksud dengan kebutuhan advokat adalah Kebutuhan Jasa Hukum Seorang Advokat dalam mengembangkan budaya hukum disemua lapisan masyarakat untuk terciptanya kesadaran dan kepatuhan hukum dalam kerangka supremasi hukum dan tegaknya hukum yang hal ini sudah tertera dalam GBHN thn 1999-2004. Adapun tujuan dari kebutuhan tersebut adalah agar warga masyarakat menghayati hak dan kewajibannya. Kecuali itu, tujuannya adalah agar sikap pelaksana penegak hukum menuju pada tegaknya hukum,  keadilan serta perlindungan terhadap harta dan martabat manusia. Menurut Ropaun Rambe menjelaskan bahwa, kebutuhan akan jasa hukum dari seorang advokat dapat berupa nasihat hukum, konsultasi hukum, pendapat hukum, legal audit, pembelaan baik di luar maupun di dalam pengadilan serta pendampingannya di dalam perkara-perkara pidana atau malahan dalam arbitrase perdagangan dan perburuhan. Selanjutnya Soerjono Soekamto menjelaskan bahwa kebutuhan jasa seorang advokat pada umumnya sebagai berikut:

  1. Penerangan yaitu memberikan informasi kepada warga masyarakat yang tidak mengerti hukum.
  2. Pemberian nasehat yaitu agar warga masyarakat dapat mengambil suatu tujuan.
  3. Pemberian jasa, misalnya akan memberikan bantuan dalm pembuatan surat gugatan .
  4. Bimbingan yang merupakan bentuk pemberi jasa yang sifatnya permanen.
  5. Memberi peraturan antara pencari keadilan dengan lembaga pemberi keadilan.
  6. Mewakili atau menjadi kuasa di dalam peradilan atau non peradilan.

Kebutuhan yang di paparkan oleh Soerjono Soekamto adalah merupakan kebutuhan cara penyelenggaraan hukum yang dikenal. Di dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 Tentang Advokat juga termaktup tentang kebutuhan seorang advokat yaitu pada , Bab I Pasal 1 ayat (2) Jasa Hukum adalah jasa yang diberikan Advokat berupa memberikan konsultasi hukum, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela, dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan hukum klien.

            Dalam rangka era memasuki perdagangan bebas, kebutuhan akan jasa advokat khsusunya advokat yang bergerak dibidang business law, investment law, cross-border acquistion, dan merger akan sedemikian meningkat sehingga tentunya dunia bisnis membutuhkan dan menuntut kualitas advokat yang tangguh dan berwawasan internasional. Terus bagaimana cara mengukur kebutuhan advokat tersebut? Cara mengukur kebutuhan advokat menurut Harvey adalah sebagai berikut;

  1. Melalui mekanisme pemasaran, yaitu dengan melihat penawaran dan permintaan,
  2. Menanyai orang-orang yang mempunyai kebutuhan, misalnya melalui surve,
  3. Menafsirkan data statistik,
  4. Menanyakan kepada mereka yang ahli.

Untuk mengukur kebutuhan advokat berdasarkan mekanisme pasar agaknya kurang memadai, karena kebutuhan akan bantuan hukum semata-mata di ukur atas dasar frekuensi datangnya warga masyarakat untuk meminta bantuan hukum. Kebutuhan bantuan hukum melalui mekanisme surve akan dapat mengatasi kelemahan-kelemahan yang ditemukan pada mekanisme pasaran. Dengan cara ini nanti beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan hukum akan dapat diungkapkan secara merata. Akan tetapi ada bahanyanya yaitu kebutuhan akan hukum akan di besar-besarkan oleh peneliti. Walaupun demikian penelitian itu memiliki arti penting, yang pertama, untuk mengintifikasi secara ilmiah permasalahan-permasalahn serta sasaran utama strategi pemerataan khususnya pemerataan kesempatan untuk memeperoleh keadilan. Kedua, sebagai dari upaya pengembangan pengetahuan mengenai gejala kemiskinan di Idonesiadalam rangka pendayaguanaan hukum untuk kepentingan masyarakat miskin serta guna mengidentifikasi operasinalisasi konsep pelayanan hukum dalam arti luas. Cara pengukuran kebutuhan advokasi dengan data statistik sangat membantu akan kebutuhan advokat. Dengan data statistik advokat dapat memproyeksikan untuk kebutuhan masa depan. Sebagai contoh berikut kami berikan ilustrasi data statistik dari Adnan Buyung Nasution mengenai bantuan hukum Jakarta, yaitu sebagai berikut: “Menurut catatan selama 5 (lima) tahun yang lalu, ternyata ada rata-rata 2000 (dua ribu) orang pencari keadilan yang datang ke Lembaga Bantuan Hukum setiap tahunnya untuk meminta bantuan hukum. Sembilan puluh persen dari padanya diterima sebagai kien dan hanya 10% yang ditolak. Alasn-alsan penolakan  adalah karena mereka tidak termasuk orang miskin dan buta hukum, atau perkara yang diajukannya tidak ada dasar hukumnya untuk diurus. Jika dilihat jenis atau sifat perkaranya yang dibela dan diwakili oleh lemabaga Bantuan Hukum, maka kita peroleh rincian sebagai berikut :

  1. 60%  perkara-perkara perdata;
  2. 20% perumahan;
  3. 15% perkara pidana;
  4. 5% perkara perburuhan.

Dari jumlah perkara-perkara yang masuk tersebut di atas, menurut catatan rata-rata 75% dapat diselesaikan setiap tahunnya.”perlu dijelaskan bahwa pengertian diselesaikan tidaklah bahwa semua perkara-perkara tersebut diselesikan melaui proses peradilan, melainkan juga termasuk penyelesaian perkara di luar pengadilan yaitu dengan cara pemberian advis-advis hukum, perdamaian, ataupun pemberian teguran-teguran pada pihak-pihak yang bersangkutan.

Sedangkan mengukur kebutuhan advokat dengan cara menanyakan pengalaman dari para ahli, merupakana suatu ukuran juga bagi kebutuhan akan bantuan hukum. Kareina seorang yang berkecimbung pada hukum atau meneliti masalah hukum akan dapat memberiakn dasar-dasar tertentu bagi ketentuan hukum. Seperti yang dikatakan oleh Lord Denning bahwa kebutuhan hukum akan bantuan hukum tidak hanya terbatas pada lapisan masyarakat bawah.


Sumber Referensi :

Ishaq, Pendidikan Keadvokatan, (Jakarta : Sinar Grafika,  2012)

Pakmanihuruksh, Kebutuhan advokat, (www.pakmanihuruksh. WordPress.com)  Diakses pada kamis 4 oktober 2012Hukum Keadilan, Law Office/ Hukum Keadilan,  http://hukumkeadilan.wordpress.com/law-office-hukum-keadilan/. Diakses pada kamis 3 oktober 2012.

About TokiMachi

Menjadi orang yang berguna bagi orang lain itu adalah prinsip hidup saya, melalui Coretan Puena Ini mudah-Mudahan apa yang ada pada diri saya dapat saya transformasikan dan mudah-mudahan berguna bagi mereka.

Discussion

3 thoughts on “Macam-Macam Jenis dan Cara Mengukur Kebutuhan Seorang Advokat.

  1. Saya biasanya tidak posting dalam Blog tapi blog anda memaksa saya untuk, bekerja luar biasa .. indah …

    Posted by website promotions | October 25, 2012, 4:22 pm
  2. Saya sangat suka laman anda. Excellent kandungan. Sila teruskan posting cotent mendalam tersebut.

    Posted by dubai call girls | October 27, 2012, 11:29 am

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: