//
you're reading...
ARTIKEL

SEJARAH HARI VALENTINE DAN HUKUMNYA DALAM AGAMA ISLAM


Sejarah Hari Valentine

Mungkin tidak pernah asing lagi mendengar tentang hari Valentine atau Valinten’s Day. Hari ini jatuh pada tanggal 14 Februari. Hari Valentine adalah hari kasih sayang kepada sesama manusia itu katanya ….UPsss, tapi apakah kita tahu sejarahnya hari Valentine itu dan hukumnya dalam agama Islam itu apakah di perbolehkan atau tidak. Mari kita lanjutkan Gays…

Hari Valentine adalah hari kasih sayang. Kenapa disebut hari Valentine? Konon kabarnya ada sepasang muda –mudi yang menjalin kasih. Sekian lama jalinan kasih itu dirajut, sehingga membuat keduanya mabuk kepayang, tidak bisa dipisahkan lagi. Akan tetapi ada penghalang yang menghalangi perjalan cinta mereka, yaitu kedua orang tua mereka tidak merestuinya. Kemudian pada akhirnya mereka menemui pastur di Roma Italia yang bernama Valentino. Mereka meminta supaya sang pastur merestui hubungan cintanya. Melihat begitu kuatnya ikatan cinta kasih mereka, hati sang pastur Valentino luluh dan merestuinya. Namun betapa malang nasib seorang pastur tersebut. Tindakannya itu telah menimbulkan reaksi keras dari pastur – pastur yang ada. Dia dianggap telah melanggar aturan-aturan kepasturan yang ada. Akhirnya, pihak gereja memutuskan untuk menghukum pastur valentine dengan vonis mati. Tepat hari ke-14 dimedio Februari, pastur Valentino di esekusi gara-gara memperjuangkan sebuah kasih sayang. Kira-kira satu abad kemudian setelah meninggalnya Valentino, orang-orang merayakan hari kasih sayang dengan Valentine’s Day.

Oke Gays tadi adalah sekilas tentang sejarah hari Valentine, udah tahu kan sejarahnya.yang menjadi pertanyaan sekarang bagaimana hukumnya jika kita sebagai umat Islam mengikuti tradisi hari Valentine tersebut? Oke sekarang kita lanjut aja untuk mengetahuinya hukumnya.

Hari Valentine Berdasarkan Islam

Ajarn kasih dan sayang sudah tentu tidak terlupakan dalam Islam karena Islam adalah agama yang bermaksud menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, sementara cinta dan kasih termasuk bagian dari unsur kemanusiaan, bahkan sebagi identitas tersendiri. Dalam sebuah hadis nabi SAW bersabda:

“tidak (dianggap) beriman salah seorang kalian, sehingga dia mencintai saudarnya seperti mencintai dirinya sndiri.”

Berdasrkan hadist diatas tersebut Nabi SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menebarkan kasih sayang, saling mengasihi, dan saling menyanyangi. Bila dilihat dari keterikatan anjuran tersebut dengan aspek keimanan maka hal ini dapat dipahami bahwa setting  mengasihi dan menyanyangi bukan sekedar anjuran semata, lebih dari itu adalah anjuran keharusan. Jadi menyanyangi orang lain bukan hanya untuk saudara, sanak family, dan kerabat. Tapi juga untuk insane sesama  dan seiman. Bahkan juga kita anjurkan untuk menyayangi orang kafir. Hal ini di pertegas hadist nabi SAW :

”orang-orang yang menyayangi sesama, akan disenangi oleh yang Maha Rahman. Berilah kasih padasesama mahkluk di bumi. Mak sesama mahkluk di langit juga akan member salam pada kalian.”

Praktek kasih sayang tersebut sesuai dengan misi Islam sejak awal yaitu rohmatan lil alamien (membawa rahmat untuk seluruh alam semesta). Bukan hanya untuk orang Islam saja tapi juga untuk non Islam bahkan juga untuk kaum jin dan mahkluk lainnya.

Ada selentingan pendapat yang mengatakan  bahwa hari valentine merupakan ritual keagamaan umat Kristiani Betulkah? Ternyata pihak gereja tidak melegalisasi hari valentine itu. Buktinya tidak ada dalam kamus gereja bahwa 14 februari sebagai hari kasih sayang dan tidak ada tuntunan dalam alkitab barkaitan dengan hari Valentine, bukanlah acara ritual keagamaan, tetapi hanyalah kebiasaan Romawi kuno untuk mengungkapkan rasa kasih sayang pada sesama.Kalau memang demikian bolehkah kita sebagai umat Islam meniru tradisi orang lain? Dalam persoalan transliterasi tradisi ada hadis nabi SAW :

“ Barang siapa menyerupai suatu kaum, dia termasuk golongan mereka.”

Sepintas dari hadist tadi bisa kita simpulkan kalau kita tidak boleh mengikuti atau meniru kebiasaan yang kafir. Karena berdasarkan hadis tadi jika kita meniru atau mengikuti kebiasaan mereka berarti kita sama dengan mereka. Sementara mereka termasuk orang yang menceminkan kejelekan dan keburukan. Dan hal ini harus kita jauhi baik itu datang dari golongan kita sendiri, yang biasa dikatakan dengan kelompok Fasiq. Nabi pernah mengatakan dalam hadist :

“barang siapa berpakaian baju Syuhroh ( baju kesombongan dan untuk berbangga-bangga), maka kelak di hari kiamat Allah akan memberikan baju serupa dan akan dilahap apai neraka.”

Jadi yang dilarang dalam adopsi kebudayaan adalah nilai kebudayaan itu sendiri apakah mengandung unsure kejelekan atau tidak. Selama tradisi itu baik dan tidak bertentangan dengan nilai Syar’I maka tradisi tersebut silahkan dilaksanakan.

Dari pemaparan diatas dapat kita simpulkan bahwa merayakan hari valentine itu tidak apa-apa. Alasannya perayaan hari valentine itu merupakan tradisi, bukan ritual keagamaan orang-orang kuno. Tidak menjadi cirri khas orang kafir dalam artian kebiasaan ini, tidak hnay oleh kaum atau umat tertentu.fondasi dari perayaan itu adalah kasih sayang yang di ajurkan oleh syar’i. lebih lanjut lagi, Muhammad Syaltut mengatyakan bahwa ihtifal (perayaan) itu dibagi menjadi dua. Pertama,  ihtifal (perayaan) diny perayaan yang berkaitan dengan ibadah, seperti sholat id al-adlha, dan wukuf di arafah. Pelaksanaan ihtifal ‘ailiyah wafat qaumiyah yaitu perayaan yang sering dilakukan dalam satu keluarga dan (satu) kelompok seperti resepso pernikahan, khitanan, dan sebgaianya. Maka kita dapat melakukan kapan saja karena bersifat kemanusiaan. Jadi dapat dilihat berdasarkan dua macam perayaan diatas tadi bahwa hari Valentine termasuk kedalam kategori yang kedua, boleh dilakuka  kapan saja termasuk pada 14 februari.

Berkenaan dengan pelaksanaan hari kasih sayang tersebut banyak cara yang kita lakukan semisalmulai dari kirim salam, kartu ucapandan yang lainnya, yang penting hal yang dilakukan dalam perayaan hari Valentine itu tidak bertentangan dengan Syar’idan tujuannya adalah murni sebagai ungkapan rasa kasih sayang pada manusia.

About TokiMachi

Menjadi orang yang berguna bagi orang lain itu adalah prinsip hidup saya, melalui Coretan Puena Ini mudah-Mudahan apa yang ada pada diri saya dapat saya transformasikan dan mudah-mudahan berguna bagi mereka.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s