//
you're reading...
ARTIKEL

UPAYA HUKUM MENCARI HAK


1.      Permohonan Sita

Setiap pencarian keadilan tentu mengharapkan agar agar keadilan dan perlindungan hukum yang diperolehnya menjadi kenyataan, bukan merupakan putusan yang hampa karena tidak dapt diesekusi akibat dari tindakan pihak lawan yang telah memindahkan atau merusak barang-barang sengketa atau barang-barang yang dijadikan jaminan dalam perkara.

Untuk menjamin hak-hak pencari keadilan tersebut, maka hukum memberti jalan dengan hak baginya untuk mengajukan permohonan sita terhadap barang-barang sengketa atau yang dijadikan jaminan.

2.      Pengertian Sita

Sita atau beslag ialah suatu tindakan hukum oleh hakim yang bersifat oksepsional, atas permohonan salah satu pihak yang bersengketa, untuk mengamankan barang-barang sengketa atau yang menjadi jaminan dari kemungkinan dipindahtangankan, dibebani suatu sebagai jaminan, dirusak atau dimusnahkan oleh pemegang atau pihak yang menguasai barang-barang tersebut, untuk menjamin agar putusan hakim nantinya dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

3.      Macam-Macam Sita

Hukum acara pengadilan agama mengenal beberapa macam siata dalam prakteknya, yaitu:

a.      Sita Conservatoir

Sita Conservatoir adalah sita terhadap barang-barang milik tergugat yang disengketakan status kepemilikannya, atau dalam sengketa hutang-piutang atau tuntutan ganti rugi. Sita COnservatoir artinya jaminan atau tanggung jawab, siat coservatoir dalam undang –undang diatur dalan pasal 227 HIR/ps. 261 RBg.

Ciri-Ciri Sita Conservatoir

1.Sita dapat dilakukan atas:

–                Harta yang disengketakan status kepemilikannya, atau

–                Harta kekanyaan tergugat dalam sengketa hutang-piutang atau tuntutan ganti rugi.

2. Obyek kekayaan dapat meliputi atas:

–                 barang bergerak dan tidak bergerak

–                 barang yang berwujud dan tidak berwujud

3. Pembebabab nilai sita dapat diletakkan:

–                hanya atas benda tertentu (yaitu jiak sita didasarkan atas sengketa kepemilikan atau mengenai barang tertentu), atau

–                Atas seluruh harta kekayaan terguagat smpai mencukupijumlah seluruh tagihan (yaitu apabila gugatan didasarkan atas hutang-hutang atau tuntutan ganti rugi)

4.Permohonan siat harus ada alasan bahwa:

–                Tergugat dikhawatirkan akan memindahtangankan atau mengasingkan dan sebagainya barang-barang sengketa/jaminan, dan

–                Terdapat tanda-tanda atau fakta-fakta yang mkendasari kekhawatiran itu

b.      Sita revindicatoir

Sita revindicatoir adalah sita tehadap barang milik kreditur (prnggugat) yang dikuasai oleh orang lain (tergugat). Revindicatoir berasal dari kata revindiceer, yang artinaya meminta kembali miliknya. Sita revindicatoir diatur dalam pasal 226 HIR, pasal 260 R.Bg. siata rendivicatoir bukanlah untuk menjamin suatu tagihan berupa uang, melainkan untuk menjamin suatu hak kebendaan dari permohonan atau kreditur dan berakhir penyerahan barang yang disita.

Syarat-syarat sita revindicatoir

a.       Diajukan oleh pemilik barang bergerak yang barangnya ada di tangan orang laian (dikuasai oleh tergugat)

b.      Barang yang dimintakan siata hanyalah barang yanga begerak. Terhadap benda tetap tidak dapat dimohonkan siata revindicatoir.

c.       Barang tersebut adalah milik pemohon/penggugat.

d.      Barang tersebut dikuasai oleh tergugat secara tidak sah, atau dengan cara melawan hukum, atau tegugat tidak berhak atasnya.

e.       Siata revindicatoir hanya terbatas atas sengketa hak milik saja.

Tatacara Sita Revindicatoir

            Tatacara sita revindicatoir sama dengan sita conservatoir.

c.       Sita Marital

Siat marital adalah siata yang diletakkan atas harta perkawianan. Siata marityal ini diatur dalam pasal 78 huruf c UU. No. 7/1989 jo pasal 24 PP. NO. 9/1975, pasal 95 Kompilasi Hukum Islam.

Syarat-syarat sita marital

  • Siat marital dapat dimohonkan oleh suami atau istri dalam sengketa:

o       Percerian.

o       Pembagiahan harta perkawinan

o       Pengaman harta perkawinan.

§                    Sita dapat diletakkan atas semua harta perkawinan yang meliputi harta suami, harta istri dan harta bersama suami istri yang disengketakan dalm pembagian harta bersama.

§                    Siata marital merupakan sengketa kepemilikan dan jaminan pembagian harat bersama dalam perkawinan.

§                    Siata marital dapat diajukan bersama-sama dalam pemeriksaan perceraian atau setelah perceraian terjadi.

§                    Sita marital untuk mengamankan harta bersama suami istri dapat pula duajukan meskipun tanpa dibarengi perceraian.

§                    Selam masa sita tidak dapat dilakukan penjualan atas harta bersama untuk kepentingan keluarga kecuali dengan izin dari pengadilan agama.

§

Tatacara Sita

  • Tatcara sita marital sam dengan sita pada umumnya.
  • Sita marital untuk pengamanan harta bersama untuk perlu dinyatakan sah dan berharga karena tidak perlu.

d.      Sita Persamaan

Sita persamaan  dalam bahasa belanda ialah “vergelind beslag”. Terjemahan bukunya belum ada. Ada yang memakai istilah sita perbandingan ada pula yang menerjmahkan dengan sita persamaan. Mahkamahg Agung memakai istilah Sita Persamaan .

Tatacara Sita Persamaan

–         Apabila juru sita hendak melakukan penyitaan dan menemukan bahwa barang-0barang yanmg akan disita itu sebelumnya telah disita terlebih dahulu, maka juru sita tidak dapat melakukan penyitaan sekali lagi, namun ia mempunyai kewenangan untuk mempersamakan barang-barang yang disita itu dengan Berita Acara penyitaan, yang untuk itu oleh pihak tersita harus diperlihatkan kepada juru sita tersebut.

–         Jurusita kemudian akan dapat menyita barang-barang yang tidak disebut dalam Berita Acara itu dan memerintahkan kepada penyita pertama untuk menjual barang-barang tersebut secara bersamaan dan dalam waktu yang sebagaimana ditentukan dalam pasal 466 RV.

–         Berita Acara Sita Persamaan ini berlaku sebagai sarana pencegahan hasil lelang kepada penyita pertama.

–         Pasal 463 RV termasuk dalam BAb Esekusi barang bergerak. Dengan demikian jelaslah, bahwa pasal 463 RV itu berlaku untuk sita esekusi terhadapa barang-barang bergerak. Jadai apabila telah dilakukan sita eekusi, tidak dapat dilakukan siata esekusi  lagi terhadap barang-barang yabf bergerak yang sama.

About TokiMachi

Menjadi orang yang berguna bagi orang lain itu adalah prinsip hidup saya, melalui Coretan Puena Ini mudah-Mudahan apa yang ada pada diri saya dapat saya transformasikan dan mudah-mudahan berguna bagi mereka.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s