//
you're reading...
ARTIKEL

TATA CARA SITA CONSERVATOIR


Langkah –langkah dalam melakukan sita conservatoir yaitu

1.      Penggugat dapat mengajukan permohonan sita bersaa –sama (menjadi satu) dengan surat gugatan, mengenai pokok perkara.

2.      Permohonan sita dapat juga diajukan tersendiri, selama proses perkara berlangsung atau sebelum ada esekusi.

3.      Permohonan diajukan kepada pengadilan yang memeriksa perkara pada tingkat pertama.

4.      Dalam permohonan sita conservatoir harus ada alas an permohonan sita, yaitu adanya kekhawatiran bahwa tergugat (pihak lawan) akan memindahtangankan atau mengasingkan barang-barang sengketa sehingga akan merugikan penggugat.

5.      Alas an tersebut disertai data-data atau fakta-fakta yang menjadi dasar kekhawatiran.

6.      Hakim/majelis akan mempertimbangkan permohonan sita tersebut dengan mengadakan pemeriksaan secara insindentil mengenai kenbenaran fakta-fakta yang menimbulkan kekhawatiran itu sehingga diajukaanya permohonan sita.

7.      Hakim’ketua majelis mengeluarkan “penetapan” yang isinya menolak atau mengabulkan permohonan sita tersebut.

8.      Apabila permohonan sita ditolak dan kemudian timbul hal-hal baru yang mengkhawatirkan bagi penggugat sebagai alas an permohonan sita, maka dapat diajukan lagi permohonan sita.

9.      Dalam hal ini permohonan sita dikabulkan, maka hakim/ ketua majelis memerintahkan kepada panitra untuk melaksanakan penyitaan tersebut.

10.  Penetapan pengavulan sita atau perintah penyitaan tersebut dapat :

a.       Bersama-sama (menjadi satu) dengan penetapan hari siding (PHS) dan perintah panggilan para pihak atau,

b.      Terpisah dari PHS, yaitu:

–         Perintah penyitaan lebih dahulu dan PHS kemudian, atau

–         PHS lebih dahulu dan perintah penyitaan kemudian.

11.  Cara yang terakhir ini, yaitu PHS lebih dahulu dan perintah penyitaan kemudian, akan lebih menguntungkan semua pihak karena:

a.       Bagi penggugat akan lebih dapat menyakinkan kepada hakim tentang alas an –alasan permohonan sita, dan

b.      Bagi hakim, akan dapat memeriksa lebih dahulu tentang kebenaran alsan-alasan permohonan sitya, sedang

c.       Bagi tergugat, tidak menimbulkan rasa terkejut dan dapat memahami makna sita yang sebenarnya.

12.  Atas perintah Hakim/Ketua majelis tersebut, panitera melalui jurusita memberitahukan kepada para pihak dan kepala Desa setempat akan dilangsungkannya sita jaminan terhadap barang sengketa/jaminanpada hari, tanggal, jam serta tempat yang telah ditetapkan, serta memerintahkan agar para pihak dan kepala desa tersebut hadir dalam pelaksanaan sita jaminan yang telah ditetapkan itu.

13.  Penyitaan dilakukan oleh panitera dan diubantu oleh 2 orangsaksi. Apabila panitera tersebut berhalangan maka dapat ditunjuk pejabat atau pegawai lainnya oleh panitera. Yang  dapt menjadi saksi ialah orang yang memenuhi syarat yaitu:

–         berumur 21 tahun atau lebih;

–         warga Negara Indonesia;

–         jujur dan dapt dipercaya;

biasanya saksi pendamping jurusita, diambil dari pegawai di lingkungan Pengadilan Agama yang bersangkutan.

14.  Pada hari, tanggal yang telah ditetapkan tersebut, panitera melaksanaan penyitaan:

–            Mengecek apakah penyitaan itu sudah diberitahukan secara sah dan resmi

–            Mengecek hadir tidaknya para pihak-pihak

–                                                                                                                                                                                                                                        Mengecek dan mencatat barang-barang yang disita.

–            Membuat pengumuman siat terhadap barang-barang tetap seperti sawah. Pekarangan, bangunan, dan sebagainya.

–            Membuat catatan- catatn yang perlu yang terjadi selama penyitaan.

–            Membuat berita acara sia yang ditandatangani oleh panitera atau pejabat yang ditunjuk untuk melaksanakan penyitaan, dan saksi-saksi.

–            Jika pihak tyersita hadir, ia dapat disuruh untuk mennandatangani berita acara sita tersebut.

15.  Panitera memberitahukan penyitaan tersebut kepada pihak tersiat dan kepala desa/ lurah setempat.

16.  Pemeliharaan barang-barang tersita tetap berada di tangan pihak tersita.

17.  Panitera melaporkan penyitaan tersebut kepada hakim/ketua Majelis yang memerintahkan siata tersebut dengan menyerahkan berita acara tersita.

18.  Majelis membacakan berita Acara Sita tersebut pada persidangan berikutnya dan  menetapkan sah dan berharganya penyitaan tersebut yang dicatat dalm Berita Acara Persidangan.

19.  Apabila barang-barang yang disita berupa benda tetap atau benda yang tercatat pada lembaga/kantor Pemerintahan maka hal itu diperintahkan kepada lembaga/kantor yang bersangkutan, misalnya:

–            Siata atas tanah, harus didaftarkan kepada kantor badan Pertahanan Nasional setempat.

–            Siata atas kendaraan, harus didaftarkan pada Kantor Samsat yang bersangkutan.

20.  Hendaknya tentang sita itu dicatat di biku khusus (register) yang disediakan di pengadilan Agama yang memuat catatan mengenai tanah-tanah yang disita, kapan dan perkembangannya. Buku ini adalah terbuka untuk umum. Barang-barang yang disita dicatat dalam register, yaitu register penyitaan barang  tidak bergerak untuk barang  tidak bergerak yang disita dan Register penyitaan Barang Bregerak untuk barang bergerak yang disita.

21.  Apabila gugatan dikabulkan, sita jaminan akan dinyatakan sah dan berharga oleh hakim dalam Amar putusannya. Apabila gugatan ditolak atau dinyatakan tidak dapat diterima, sita harus diperintahkan untuk diangkat.

22.  Apabila gugatan dikabulkan sebagian dan selebihnya ditolak, maka sita jaminan untuk sebagian sah dan berharga sedang untuk sebagian yang lain diperintahkan untuk diangkat, kecuali dalam hal ini yang tidak mungkin dipisahkan dalam penyitaan, seperti tanah dan rumah, dan sebagainya.

23.  Pengangkatan sita dilakukan atas permohonan pihak yang bersangkutan

About TokiMachi

Menjadi orang yang berguna bagi orang lain itu adalah prinsip hidup saya, melalui Coretan Puena Ini mudah-Mudahan apa yang ada pada diri saya dapat saya transformasikan dan mudah-mudahan berguna bagi mereka.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s