//
you're reading...
ARTIKEL

Bentuk Negara Zaman Pertengahan


Setelah jatuhnya imperium Romawi, sejarah pemikiran tentang Negara dan Hukum memasuki zaman baru, yaitu zaman abad pertengahan.Sejalan dengan runtuhnya peradaban bangsa Romawi, keruntuhan ketatanegaraanyapun tidak dapat dihindari. Sebaliknya kekuasaan dari agam Kristen semakin berkembang dan kemudian menggantikan sistem ketatangaraan menurut gereja. Hal ini terjadi karena kebanyakan kaisar-kaisar memberi hati kepada penganut-penganut agama Kristen dan kemudian tombillah suatu organisasi gereja yang ada hubungannya dengan urusan-urusan keduniawian, yati sesuatu kekuasaan keduniawian yang semula di tolak oleh kaum gereja, tetapi dalam perkembangan selanjutnya hal ini merupakan suatu soal yang tidak dapat diabaikan.

Menurut penganut-penganut agam Kristen, tidak ada kekuasaan di dunia ini, yang harus di taati secara patuh, karena pertama-tama yang harus di taati adalah perintah Tuhan. Perintah penguasa hanya boleh di taati apabila pemerintah itu tidak bertentangan dengan perintah Tuhan. Suatu aliran yang memperkuat ajaran agama ini adalah agama Skolastik, karena aliran Skolastik ini menjelaskan bahwa ilmu itu harus mengabdi kepada agama.

Jadi, sudah mulai sejak pada permulaan zaman abad pertengahan pandangan hidup ini sangat dipengaruhi oleh ajaran -ajaran agam, lebih -lebih setelah agama kristen ini diakui sebagai agama resmi negara. Dan sebagai akibat daripada pengakuan ini , maka agama kristen lalu mendirikan suatu organisasi gereja dikepalai oleh seorang Paus, sebagai wakil Tuhan untuk memerintah dunia. Sebagai akibat lebih lanjut ialah orang, juga pemeluk -pemeluk agama Kristen itu sendiri, tidak mempunyai kebebasan berfikir, oleh karena segala-galanya harus tunduk kepada perintah Tuhan. Dan kalau ada perintah-perintah Tuhan yang tidak terang, yang boleh menafsirkan hanyalah pemimpin-pemimpin gereja, khususnya Paus. Dari ilustrasi ini dapat ditarik kesimpulan bahwa bentu negara yang berkembang ketika ini adalah bentuk monarki absolut.

Pengertian lain dari bentuk negara dikemukakan oleh beberapa sarjana akhir zaman pertengahan yang hingga saat ini masih diakui oleh banyak sarjana-sarjana yang berpaham modern. Pengertian yang dimaksud adalah bentuk kerajaan atau republik. Pengertian ini diajarkan oleh Machiavelli yang menyebutnya bahwa negara itu kalau bukan republik tentu kerajaan. Menurut Machiavelli negara adalaH arti genus, republik dan kerajaan adalah Species.

Bagimana membedakan republik dan kerajaan? Jellinek memberikan ukuran untuk membedakan kerajaan dan republik berdasarkan kemauan negara. Dalam negara kerajaan pembetukan kemauan terjadi secara seluruhnya dan dalam badan seseorang dan kemauan negara yang tertentu terlihat sebagai kemauan yang tertentu berbadan Individual. Sedang dalam republik, kemauan negara tercapai berdasarkan kejadian yuridis menurut tindakan-tindakan kemauan banyak orang yang berbadan, sehingga kemauan itu tidak terlihat sebagai kemauan satu orang yang hidup yang tertentu, melainkan kemauan badan yang hanya mempunyai bentuk realitas secara yuridis saja.

About TokiMachi

Menjadi orang yang berguna bagi orang lain itu adalah prinsip hidup saya, melalui Coretan Puena Ini mudah-Mudahan apa yang ada pada diri saya dapat saya transformasikan dan mudah-mudahan berguna bagi mereka.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s